top of page

Panduan Lengkap Pernikahan Adat Minang


adat minang nikah adat padang nikah

Panduan Nikah Adat Minang: Rangkaian Acara Lengkap

Setelah membahas macam macam adat pernikahan dari berbagai daerah di Indonesia, sekarang Yes I Do akan membahas secara spesifik nikah adat Minang. Seperti apa tradisi perkawinan dari tanah Sumatra Barat ini? Mari kita telusuri.

Selain pernikahan adat Jawa, pernikahan adat Minang juga cukup mendominasi. Mengingat orang dari suku Minang tersebar di mana-mana. Mereka gemar merantau ke berbagai daerah untuk menjadi pengusaha sukses.

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, orang Minang adalah salah satu etnis dengan populasi terbanyak di tanah air. Tak mengherankan apabila tradisi Minangkabau termasuk dalam acara pernikahan dikenal luas oleh masyarakat.

Sejumlah selebriti pun merayakan pesta pernikahannya dengan sentuhan adat Minang. Contohnya pasangan Enzy Storia dan Molen Kasetra, Nikita Willy dan Indra Priawan, Sheila Dara dan Vidi Aldiano, serta Irish Bella dan Ammar Zoni.

Pernikahan adat Minang identik dengan dekorasi yang meriah dan sunting cantik yang digunakan oleh mempelai perempuan. Biasanya, perayaan bertema emas yang membuat suasana makin wah dan meriah.

Adat pernikahan Padang terbagi menjadi dua sesi, yaitu sebelum prosesi akad nikah dan setelahnya. Buat para calon brides yang akan merayakan hari bahagia dengan pernikahan adat ini, silakan simak panduan lengkap di bawah ya.

Adat Nikah Minang Sebelum Akad

Meresek

Merisek sama dengan proses penjajakan. Ini merupakan tahapan paling awal pra pernikahan. Jika biasanya pihak perwakilan keluarga laki-laki yang bertandang ke rumah perempuan, dalam tradisi Minang, keluarga perempuan lah yang mendatangi kediaman pihak laki-laki.

Beberapa orang wanita berpengalaman dari pihak keluarga perempuan akan diutus untuk menilai apakah laki-laki tersebut layak menjadi calon imam bagi anak perempuannya. Biasanya sambil membawa buah tangan seperti kue basah, buah-buahan dan lainnya.

Proses meresek ini tak selalu langsung jadi, kadang dilakukan beberapa kali perundingan sampai akhirnya terjadi kesepakatan dari kedua belah pihak. Jika sudah selesai, maka barulah menuju ke tahap berikutnya.

Maminang atau Batimbang Tando

Jika pihak laki-laki sudah menerima pinangan pihak perempuan dengan baik, maka rangkaian acara berikutnya adalah maminang atau batimbang tando. Ini adalah proses bertukar “tanda” keseriusan berupa benda yang dianggap berharga, contohnya:

  • kain adat;

  • keris;

  • cincin; atau

  • benda pengingat lainnya.

Batimbang tando menandakan adanya ikatan serius, sehingga pihak laki-laki maupun perempuan tak boleh memutuskan secara sepihak. Selanjutnya, pihak keluarga perempuan akan datang sambil membawa sirih pinang lengkap dimasukkan dalam carano.

Sirih pinang ini bermakna dalam, melambangkan harapan akan segala niat baik. Ada pun rombongan pihak keluarga perempuan biasanya terdiri dari orang tua, ninik mamak (pemuka adat Minangkabau), serta para sesepuh dari masing-masing pihak.

Mahanta Siriah

Adat Minang pernikahan berikutnya yaitu mahanta siriah yang artinya permohonan izin untuk menyelenggarakan pernikahan. Pada proses ini calon mempelai laki-laki akan memberi kabar sekaligus meminta restu kepada segenap keluarga besar yang dituakan.

Biasanya kepada orang tua, mamak-mamak, kakak, saudara serta sesepuh yang lain. Begitu juga dengan calon mempelai perempuan, dia harus melakukan hal yang sama dengan diantar oleh kerabat wanita yang sudah berkeluarga sambil mengantar sirih.

Sementara itu, calon mempelai laki-laki akan memberikan carano yang berisi daun nipah dan tembakau. Keluarga yang diberi kabar dan diminta restunya biasanya akan memberikan bantuan berupa anggaran pesta pernikahan.

Babako⎼Babaki

Babako⎼babaki adalah rangkaian adat pernikahan Minangkabau yang dilakukan oleh pihak keluarga perempuan, di mana para bako (sebutan untuk keluarga dari ayah calon mempelai wanita) berusaha meringankan beban biaya pernikahan dengan memberi sejumlah uang.

Calon mempelai perempuan akan dijemput untuk mengunjungi rumah keluarga dari ayah. Selama berada di tengah-tengah mereka, dia akan diberi petuah penting seputar pernikahan yang harus dipahami oleh istri.

Keesokan harinya calon mempelai akan diarak kembali menuju rumahnya dengan membawa bantuan yang sudah dijanjikan. Namun bukan hanya uang, tetapi ada sirih lengkap, nasi kuning singgang ayam, hantaran pribadi, pakaian, perhiasan emas, sampai aneka masakan.

Malam Bainai

Malam bainai adalah proses pra-nikah yang dilakukan pada malam hari sebelum akad keesokan harinya. Malam bainai adalah pesta lajang bagi calon mempelai perempuan (anak daro), tetapi versi adat pernikahan orang Minangkabau.

Ketika malam bainai, calon mempelai perempuan wajib mengenakan baju adat Minang pernikahan yang disebut dengan tokah serta sunting rendah di kepala. Dia pun harus melakukan ritual mandi dengan percikan air berisi daun sitawa sidingin.

Usai mandi, kemudian anak daro akan dituntun untuk melewati jajakan kuning sambil berjalan menuju pelaminan. Selanjutnya, saudara perempuan (jika ada) akan membubuhkan pacar merah yang terbuat dari daun inai pada bagian kukunya.

Manjapuik Marapulai

Usai melalui beberapa ritual pada malam bainai, selanjutnya utusan dari pihak mempelai perempuan akan menjemput mempelai laki-laki untuk melangsungkan akad nikah. Utusan datang sambil membawa beberapa perlengkapan, di antaranya:

  • sirih lengkap dengan cerana;

  • pakaian pengantin pria lengkap;

  • lauk-pauk;

  • kue-kue;

  • buah-buahan; serta

  • nasi kuning singgang ayam.

Ketika sudah tiba di lokasi penjemputan, utusan dari pihak mempelai perempuan bakal menyerahkan barang bawaan sambil menerangkan maksud kedatangan. Lalu, berlangsung lah ritual manjapuik marapulai, yaitu arak-arakan calon mempelai pria ke rumah calon istrinya.

Penyambutan di Rumah Anak Daro

Tahukah kalian calon brides, upacara penyambutan mempelai laki-laki di kediaman mempelai perempuan dilangsungkan dengan sangat meriah! Acara diiringi oleh musik tradisional khas Minangkabau yang berupa talempong dan gandang tabuik.

Rombongan bakal disambut oleh sejumlah dara yang berbusana adat, mereka juga menyiapkan sirih lengkap di tangannya. Selain itu, ada barisan pemuda-pemuda yang berpakaian silat.

Selanjutnya para sesepuh akan memercikan beras kuning kepada mempelai laki-laki. Bagian kakinya pun akan dipercikkan air sebagai simbol kesucian sebelum memasuki pintu rumah, selain itu dia harus berjalan di atas permukaan kain putih.

Akad Pernikahan

Orang Minang sebagian besar memeluk agama Islam, karenanya prosesi akad nikah menerapkan syariat Islam. Dimulai dari pembacaan ayat suci Alquran, ijab kabul, pemberian nasihat pernikahan, kemudian ditutup oleh do’a bersama.

Setelah akad selesai barulah pengantin bersanding di atas pelaminan. Mereka akan menyapa tamu dengan status baru, suami istri yang sah, diiringi alunan musik tradisional. Namun acara belum selesai sampai di situ, lantaran masih ada prosesi pasca akad.

Acara Setelah Akad

  • Memulangkan tando yaitu mengembalikan barang yang sebelumnya diberikan sebagai pengingat janji saat lamaran.

  • Malewakan gala marapulai adalah pengumuman gelar untuk mempelai laki-laki sebagai tanda penghormatan dan kedewasaan. Gelar diumumkan oleh ninik mamak dari keluarganya.

  • Balantuang kaniang, di mana pengantin harus duduk berhadapan sambil menyentuhkan kening di antara kipas yang diturunkan perlahan. Prosesi ini dibimbing oleh seorang sesepuh dari pihak keluarga perempuan.

  • Mangaruak nasi kuniang, yaitu pengantin harus mengambil daging ayam tersembunyi dalam nasi kuning. Ini menunjukkan kerja sama antara suami istri benar-benar dibutuhkan untuk menjaga keutuhan rumah tangga.

  • Balmain coki adalah permainan tradisional minang yang berupa catur. Memainkannya merupakan simbol pengharapan agar pasangan pengantin diberi kesabaran dan mampu menekan ego masing-masing.

  • Tari payung ialah tarian untuk menyambut pengantin baru.

  • Manikam sajak adalah rangkaian acara penutup yang dilakukan seminggu setelah akad. Di sini pasangan pengantin baru akan bertandang ke rumah orang tua dan ninik mamak sambil membawa buah tangan. Ini adalah simbol penghormatan kepada keluarga besar.

Itulah rangkaian nikah adat Minang yang sudah Yes I Do rangkuman untukmu. Nah, bagi kalian yang akan merayakan hari bahagia dengan tradisi dari Sumatra Barat ini, pastikan memilih venue yang tepat agar bisa mengakomodasi kemeriahan acara!


Comments


Wujudkan pernikahan impianmu

oranment-ring.png

Temukan inspirasi pernikahan, vendor, dan venue dengan harga terbaik.

Berhasil submit nomor handphone. Terima kasih.
Nomor handphone tidak boleh kosong
bottom of page